Domain Baru Itu Bernama desa.id


1364996249928403228
Tampilan web desa membangun
Jakarta, 03 Maret 2013 – Jakarta dalam cuaca teriknya membuat orang – orang semakin sumpek dan bosan lama – lama diluar ruangan, begitu juga dengan saya yang melakukan perjalanan dari Tangerang menuju Hotel Morrisey yang berlokasi di Jl. Wahid Hasyim no. 70 Menteng, Jakarta demi mengikuti sebuah kegiatan yang  bertemakan Navigating Indonesia’s Information Highway acara yang diadakan oleh ICT Watch bekerjasama dengan Article 19 & ID-CONFIG. Sebelum dating kelokasi saya sudah saling berkomunikasi dengan Hazmi Srondol (Blogger yang sudah malang melintang di dalam berbagai kegiatan). Saya dan mas Hazmi sebagai salah satu perwakilan dari BRId (Blogger Reporter Indonesia).
136499659684294403
Papan Pengumumam Ruangan buat Acara
Sekitar pukul 10.00 saya sampai dilokasi dengan hawa yang cukup panas karena memang sangat terik sekali, kegiatan berlokasi dilantai 2 Hotel Morrissey Ruang lecture 1 & 2 ini dihadiri kurang lebih sekitar 20 sampai 25 peserta, kegiatan dimulai sekitar pukul 10.15 dengan agenda awal pemaparan dari Article 19 dilanjut ICT Watch dan terakhir dari pihak Kominfo. Dalam pemaparannya dijelaskan secara gamblang (red. terang) tentang kebebasan dalam berekspresi di dalam dunia maya, dalam hal ini dijelaskan pula tentang perkembangan internet di Indonesia pihak Article 19 menjabarkan bahwa Indonesia merupakan salah satu populasi online terbesar di dunia dengan jumlah orang yang semakin bertambah didalam menggunakan media social, Indonesia merupakan pengguna terbesar keempat Facebook di dunia dengan jumlah 47.165.050 pengguna, (bias di check di http://www.checkfacebook.com)
Setelah pemaparan dari Article 19, ICT Watch dan ID-CONFIG selesai ada sedikit pemaparan pula dari AJI (Aliansi Jurnalis Independen) inti dari pemaparannya adalah Citizen Jurnalis atau biasa disebut pula pewarta warga tidak perlu takut untuk menyampaikan sesuatu melalui dunia internet, AJI juga mendorong agar pewarta warga ini diakui secara resmi dan memiliki badan hokum secara formal. Karena sebenarnya kebebasan ber ekspresi di Internet adalah milik public bukan milik pemerintah maupun pengusaha.
Menjelang pukul 12.00 giliran sesi Tanya jawab ada sesuatu hal yang sedikit mencengangkan dalam hati saya yaitu pada penanya yang dating dari Desa Gentasari Kab. Cilacap Jawa Tengah beliau bertanya tentang kesulitannya warga desa dalam ber ekspresi di dunia maya, bagaimana mau berekspresi di dunia maya sedangkan akses internet buat desa Gentasari saja sulit, ungkap beliau di akhir pertanyaannya.
mas Hazmi Srondol sedang Mengambil video
Pukul 13.00 saya dan mas hazmi tidak langsung bergegas pulang tapi bercengkrama dengan mas Yos beliau merupakan penanya tadi, dari ngobrol ngalor ngidul akhirnya saya banyak mendapatkan pemahaman tentang pengalaman beliau dalam upaya membuat desa di Indonesia ini menikmati fasilitas internet yang merupakan hak buat mereka semua, dengan dukungan dari berbagai komunitas akhirnya beliau bisa menjadikan desa Gentasari mendapatkan akses internet dan beberapa desa disekitarnya juga, melalui usaha kerasnya itu berhasil membuahkan sebuah domain yang rencanya dirilis pada awal mei mendatang. Sungguh luar biasa, seorang petani yang memperjuangkan nasib desa melalui dunia maya dengan membangun domain bernama www.desa.id . Semoga usaha keras seperti beliau Indonesia akan menjadi  lebih maju lagi.
Salam
Nuryadi
Blogger Reporter Indonesia
Domain Baru Itu Bernama desa.id 9 Out Of 10 Based On 10 Ratings. 9 User Reviews.
Share 'Domain Baru Itu Bernama desa.id' On ...

Ditulis oleh: Muhamad Nuryadi - Kamis, 04 April 2013

Belum ada komentar untuk "Domain Baru Itu Bernama desa.id"

Poskan Komentar